PPI Sudan Adakan Seminar "Peran Mahasiswa dan Alumni Timur Tengah dalam Membangun Indonesia"


Jum'at (23/9), Departemen Pendidikan (DEPDIK) PPI Sudan mengadakan seminar yang bertema "Peran Mahasiswa dan Alumni Timur Tengah Dalam Membangun Indonesia", yang diselenggarakan di aula K. H. Agus Salim KBRI, Khartoum.

Acara ini mendatangkan dua narasumber. Mereka adalah K. H. Dr. Jeje Zainuddin, MA (anggota dan deklarator MIUMI, sekjen Rabithah 'Ulama Asia Tenggara) beserta K. H. Drs. Yakhsyallah Mansyur, MA (penggiat dunia pendidikan, pimpinan pondok Al-Fattah). Acara ini juga bekerja sama dengan PPPI (Persatuan Pelajar Putri Indonesia) Sudan, KBRI Khartoum, Ikatan alumni pesantren Al-fatah, dan radio PPI Dunia, yang menyiarkan secara langsung acara ini.

Acara yang dimulai pada pukul 09.00 EAT dipandu oleh Chairil Amal, pengurus PPI Sudan. Diawali dengan tilawah ayat suci Al-Qur'an,  kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Saleh Aldjufri selaku ketua PPI Sudan, serta dari bapak Drs. Burhanuddin Badruzzaman selaku dubes RI untuk Sudan dan Eritrea.

Bapak dubes dalam sambutannya mendukung penuh acara yang rutin diadakan tiap tahun oleh PPI Sudan ini. Beliau berpesan kepada para mahasiswa dan mahasiswi yang hadir untuk selalu berperan aktif dalam membangun indonesia.

Usai sambutan, acara kemudian beralih pandu kepada Muhammad Ruhiyat Haririe, sekretaris 3 PPI Sudan, yang bertugas sebagai moderator. Dan dilanjutkan dengan seminar oleh narasumber pertama, yaitu bapak K. H. Jeje Zainuddin, MA.

Dalam seminarnya, pria kelahiran Tasikmalaya 47 tahun yang lalu itu memaparkan materi tentang perkembangan islam di Indonesia, sejarah dan tujuan awal Indonesia bernegara, dan alasan mengapa harus dibentuk suatu negara.

"Dalam konsep awal bernegara dan sebagaimana terdapat pada sila ke-4 Pancasila, Indonesia sejatinya menganut sistem permusyawaratan dalam bernegara. Istilah demokrasi sendiri baru muncul pasca reformasi" papar beliau.

Pada seminar kedua, K. H. Drs. Yakhsyallah Mansyur, MA menjelaskan tantangan-tantangan yang terdapat pada masyarakat islam di Indonesia, dan persiapan para mahasiswa dalam menghadapinya. Beliau memaparkan dengan jelas hal-hal yang harus dilakukan seorang mahasiswa timur tengah setibanya mereka ke tanah air.

"Indonesia adalah negeri dengan sumber daya alam dan manusia yang unggul. Insan Indonesia sejatinya adalah individu yang unggul dan maju, namun kita tidak menyadarinya" ujar beliau.

Beliau juga memotivasi para mahasiswa untuk lebih bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

Setelah seminar dengan dua narasumber usai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan oleh ketua PPI Sudan, serta pembacaan do'a oleh saudara Muhammad Fahrurrozi. Acara ditutup pada pukul 13.00 EAT