Watak. Bisakah di ubah?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, watak berarti sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku. Kita sering menafsirkan watak dalam berbagai bentuk seperti tabiat, kepribadian, karakter dan lain sebagainya. Dan menganggap bahwa watak adalah suatu hal yang telah terbentuk dari awal mula pembentukan pribadi seseorang. Kita mengira, bahwa apabila orang-orang terdekat, lingkungan dan faktor-faktor penentu menjadikan seseorang berwatak tertentu, maka itulah yang akan tertanam dalam benak dan akan menjadi watak orang itu untuk selamanya. Namun kita sering terlupa bahwa sesungguhnya watak dapat diubah atas keinginan si empunya watak.

Watak dapat dididik dan dipengaruhi, namun pendidikan watak tetap merupakan pendidikan yang amat individual dan bergantung pada kehendak bebas dari orang yang didiknya. Dapat kita ibaratkan seperti air yang sedang direbus, ia dapat melunakkan Kentang yang keras dan mengeraskan Telur yang lunak. Sebagaimana watak, dalam tempaan yang sama seseorang dapat memiliki watak tertentu yang berbeda dengan watak orang lain. Maka tempaan dan faktor eksternal lainnya bukanlah sepenuhnya menjadi subjek tunggal dalam pembentukan watak seseorang.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda :
" عِندَ اللّه خَزَائِنُ الخَيرِ والشَّرِّ مَفَاتِحُهَا الرِّجَالُ فَطُوبَى لِمَن جَعَلَهُ اللّهُ مِفتَاحًا لِلخَيرِ مِغلَاقًا لِلشَّرِّ وَوَيلٌ لِمَن جَعَلَهُ اللّهُ مِفتَاحًا لِلشَّرِّ مِغلَاقًا لِلخَيرِ ".
أخرجه ابن ماجة (238) والطبرانى (6/150 ، رقم 5812) الألباني ( حسن ) انظر حديث رقم : 4108 في صحيح الجامع .
"Disisi Allah lah tersimpan rapat semua kebaikan dan keburukan, kunci pembukanya adalah orang-orang (dengan keahlian tertentu), maka beruntung besar orang-orang yang dijadikan oleh Allah sebagai kunci pembuka semua kebaikan dan kunci penutup keburukan. Dan merugi besar orang-orang yang dijadikan oleh Allah sebagai kunci pembuka keburukan dan kunci penutup kebaikan". HR At-Thobroni.

Maka demikian, bukanlah sebuah kemustahilan untuk "menyimpan rapat" segala watak buruk dan "membuka lebar" segala watak baik yang dapat dimiliki oleh seorang manusia. Karna segala kebaikan dan keburukan adanya disisi Allah, dan kembali kepada kitalah untuk menyerahkan segalanya kepadaNya dan berusaha sebisa mungkin memperbaiki diri.
Selamat menjadi baik dan memperbaiki 

Sumber hadist : http://googleweblight.com/?lite_url=http://www.saaid.net/Doat/hamesabadr/96.htm&ei=VE10MfI8&lc=id-ID&s=1&m=776&host=www.google.co.id&ts=1486179996&sig=AJsQQ1C_EigGfCvNqf12IEFT16bDLlxb9A
* Tausiyah di ambil dari ceramah Ust. Anwar Jufri, Lc (Perintis Sekolah Haji Umroh Baitulloh)