PENTAS SENI PERPISAHAN DUTA BESAR RI

Khartoum - KBRI Khartoum bekerjasama dengan Departemen Seni dan Budaya Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Sudan serta LESBUMI PCI NU Sudan menyelenggarakan Kegiatan yang bertajuk “Temu Seluruh Warga Negara Indonesia di Sudan” Kamis, 23 November 2017. Acara ini diselenggarakan di Wisma Duta dengan mengundang seluruh elemen Warga Negara Indonesia guna memberikan penyuluhan terkait Kekonsuleran dan Keimigrasian. Acara ini pula diadakan bersamaan dengan perpisahan Bapak Duta Besar RI, Drs. Burhanuddin Badruzzaman yang telah berakhir masa tugasnya di Khartoum.

Bapak Duta Besar RI, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen yang berkenan turut serta menyukseskan acara yang dijadikan surprise baginya dan juga memohon maaf dan masukan atas kinerja KBRI Khartoum selama dibawah kepemimpinan bapak Duta Besar Burhanuddin. “Banyak sekali tentunya yang harus menjadi instropeksi bagi kita bersama kedepannya, dan saya yakin teman-teman calon pemimpin masa depan yang ada didepan saya saat ini adalah generasi yang kelak mampu menjawab berbagai persoalan yang harus kita pecahkan bersama di waktu yang akan datang.” Beliau pun menambahkan bahwa setiap kita harus terus memiliki semangat pengabdian, semangat untuk menjadi yang paling bermanfaat bagi siapapun, karna apalah artinya kita jika tidak berusaha memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang disekitar kita. Terakhir, bapak Duta Besar menutup sambutannya dengan salam perpisahan mewakili keluarga besar Wisma Duta.

Selepas sambutan, acara kemudian dilanjutkan dengan penayangan video kaleidoskop kegiatan Bapak Duta Besar RI selama masa penugasan di Sudan serta talkshow yang bertajuk “Dubes Kita Semua.” Talkshow yang dipandu langsung oleh Tio Kurniawan dan Faisal Syawie ini menghadirkan beberapa bintang tamu sebagai perwakilan dari berbagai elemen masyarakat, diantaranya Mahasiswa, Mahasiswi, Staff KBRI, P2MI dan TNI yang bertugas di Darfur. Masing-masing bintang tamu menyampaikan bagaimana sosok Duta Besar Burhanuddin selama berinteraksi dengan masyarakat di Sudan maupun selama memimpin KBRI Khartoum yang tentunya mengundang gelak tawa maupun nuansa sedih. “Tentunya kami Mahasiswa sudah sangat banyak terbantu oleh beliau (Dubes RI) yang senantiasa mencurahkan perhatiannya kepada kami mahasiswa maupun masyarakat lainnya di Sudan dan senantiasa merelakan waktunya demi memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat Indonesia di Sudan.” Ujar Ketua PPI Sudan menutup sesi talkshow tersebut.

Turut hadir pula pada acara ini, Dekan Universitas Internasional Afrika yang turut menyampaikan rasa bahagianya dapat berkenalan secara langsung dengan masyarakat Indonesia dan khususnya bapak Duta Besar RI yang sudah sangat banyak berperan menjadi perantara kebaikan antara pemerintah RI dan Sudan. “Kami, masyarakat Sudan sangat berbahagia dapat mengenal masyarakat Indonesia. Kami Insya Allah akan senantiasa membuka pintu bagi saudara-saudara kami di Indonesia yang berniat ke Sudan, terutama mahasiswa yang semakin tahun semakin meningkat pertumbuhannya. Komitmen ini kami lakukan karena hasil pengamatan kami, jumlah terbesar mahasiswa berprestasi di kampus adalah mahasiswa Indonesia, dan kami sangat bahagia melihat ini.”

Acara pun dilanjutkan dengan pemberian cenderamata kepada Bapak Duta Besar beserta ibu dari berbagai elemen, baik itu Staff KBRI maupun Mahasiswa dan masyarakat lainnya.

Masih belum berakhir, acara dilanjutkan kembali dengan persembahan penampilan yang dibawakan oleh para mahasiswa dari perwakilan Kekeluargaan dan berbagai instansi yang ada. Penampilan dibuka dengan pertunjukan Debus yang dipersembahkan oleh Keluarga Mahasiswa Banten. Pertunjukan yang untuk pertama kalinya dipertontonkan di Sudan mengundang decak kagum dengan berbagai aksi yang ekstrim dan belum pernah dipertontonkan sebelumnya.

Selepas penampilan Debus, acara pun dilanjutkan dengan penampilan dari para peserta TPQ Faaliqul Isbah dan juga puisi yang dibawakan oleh putra putri staff KBRI Khartoum. Kehebohan dan kelucuan aksi anak-anak di panggung tentunya membuat gelak tawa bergema diantara para hadirin yang hadir. Tak mau ketinggalan dengan penampil lainnya, para staff KBRI asal Sudan pun turut menyumbangkan penampilan berupa “joget” khas Sudan dengan alunan lagu khas Sudan. Selain penampilan “dangdut” Sudan, perwakilan para pekerja Migran pun turut mempersembahkan beberapa tembang lagu dangdut untuk yang semakin menambah ramai suasana.

Rangkaian acara pentas seni pun dilanjutkan dengan penampilan tarian khas Jawa Timur yang dibawakan oleh perwakilan Paguyuban Keluarga Wong Jowo (PAKUWOJO) dengan baju adat khas Jawa Timurnya.

Ada satu hal yang spesial dari acara kali ini, yaitu penayangan film “BURHAN” yang dipersembahkan oleh tim Asbaq Film, PCI NU Sudan. Film ini terilhami dari kisah nyata perjuangan Bapak Dubes Burhanuddin dan Ibu Wahyuli dalam melewati berbagai lika liku kehidupan hingga akhirnya dilantik sebagai Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea. Film tersebut memberikan kesan tersendiri bagi Bapak Dubes beserta Ibu dan mendapat banyak sekali apresiasi dan sambutan hangat dari berbagai elemen masyarakat yang menyaksikannya secara langsung.

Acara pun ditutup dengan penampilan puisi, angklung dan persembahan dari staff KBRI Khartoum beserta DWP KBRI Khartoum berupa tembang lagu kenangan, adu pantun dan tembang lagu dangdut yang dipersembahkan kepada Bapak Duta Besar beserta Ibu.