FORUM DISKUSI BERSAMA DUTA BESAR RI


Foto bersama selepas acara dengan Duta Besar RI
Khartoum - Duta Besar RI bersama staff KBRI Khartoum mengadakan forum diskusi terbuka bersama seluruh perwakilan elemen Mahasiswa Indonesia di Sudan pada hari Kamis, 12 Juli 2018. Acara yang diadakan di Nusantara Resto ini bertujuan untuk mendengarkan aspirasi, ide, gagasan serta keluh kesah terkait kehidupan kemahasiswaan di Sudan.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI menyampaikan terkait beberapa peran Mahasiswa Indonesia di Sudan dan Juga KBRI Khartoum sebagai pengayom WNI di Sudan. Duta Besar berharap bahwa dengan saling mengerti peran, fungsi dan tugasnya masing-masing, Mahasiswa dan KBRI dapat saling mendukung dalam menunaikan berbagai tugas serta mengatasi setiap masalah yang ada. Disamping itu Duta Besar pun menyampaikan apresiasinya atas semangat mahasiswa Indonesia di Sudan dalam belajar berorganisasi sebagai bekal dalam hidup bermasyarakat serta perlu kiranya sebagai seorang mahasiswa untuk gemar berbisnis agar dapat hidup secara mandiri dari segi finansial.

"Permasalahan yang kerap terjadi di Sudan ini faktor utamanya tentunya adalah faktor kurangnya ekonomi Sudan. Selama ini Indonesia terus berupaya untuk membantu peningkatan ekonomi Sudan dengan mengadakan perdagangan berbagai komoditi utama seperti peternakan. Ini diharapkan juga mampu mendongkrak neraca perdagangan kita dengan Sudan."

Selain bapak Duta Besar, Ibu Cut Dinawati selaku PF Pensosbud pun menyampaikan sekilas terkait keadaan mahasiswa dan juga kegiatan mahasiswa sejauh ini. Beliau menyampaikan bahwa selama ini mahasiswa di Sudan lebih dominan terfokus kepada kegiatan belajar dan tentunya hal ini sejalan dengan tujuan utama mereka sebagai mahasiswa.

Diskusi pun dimulai oleh pemandu diskusi yaitu Bapak Yusri Albima selaku Staff Konsuler. Pada kesempatan pertama beliau mempersilahkan Ketua PPI Sudan, sdr. Haririe untuk sekilas menyampaikan beberapa persoalan yang kerap terjadi terhadap mahasiswa dan juga sekilas mengenai kondisi kemahasiswaan di Sudan.

"Sejauh ini pertambahan jumlah mahasiswa Indonesia yang datang ke Sudan terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini sejalan dengan kondisi Sudan yang relatif aman dibandingkan beberapa negara tetangga lainnya. Sebagai negara yang mayoritas WNI merupakan mahasiswa, kami berharap dengan sinergi yang ada seperti ini antara Mahasiswa dan KBRI dapat terus menyelesaikan berbagai persoalan dan permasalahan yang menimpa sehingga minat pelajar untuk datang ke Sudan akan semakin besar lagi."

Beberapa persoalan utama yang diutarakan oleh ketua PPI Sudan dan kawan-kawan perwakilan organisasi mahasiswa dan masyarakat di Sudan diantaranya adalah sulitnya akses visa yang diberikan oleh kedutaan Sudan di Jakarta kepada para pelajar dari Indonesia, perlunya koordinasi lanjutan antara KBRI Khartoum dengan pihak Kampus khususnya UIA terkait beberapa permasalahan kemahasiswaan di internal kampus, dan pengembangan potensi bisnis bagi mahasiswa Indonesia di Sudan. Hal-hal ini pun kemudian dijawab secara langsung oleh bapak Duta Besar RI agar dapat memberikan pencerahan dan gambaran bagi seluruh mahasiswa.

"Saya beserta KBRI Khartoum terus melakukan berbagai upaya untuk dapat menyelesaikan berbagai persoalan dan mengimplementasikan ide yang masuk kepada kami. Kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar permasalahan ini tidak terjadi lagi dan ide-ide yang masuk dapat betul-betul kami laksanakan demi kemajuan dan kebaikan kita bersama."

Tak lupa Ketua PPI Sudan pun mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pelayanan prima yang disuguhkan oleh KBRI Khartoum dalam melindungi dan melayani WNI khususnya mahasiswa Indonesia di Sudan.

"Bagi kami KBRI adalah ayah, kakak, orangtua yang selama ini selalu mengayomi kami dan telah sangat banyak memberikan pelayanan optimal bagi WNI yang ada. kami berharap kedepannya dapat terus bersinergi dan dapat terus diberikan masukan maupun arahan agar dapat konsisten fokus dengan tujuan utama kami sebagai pelajar maupun sebagai anak bangsa Indonesia."