LAPORAN : GRAND OPENING NUSANTARA GAMES 2018



Khartoum - Hari Jumat tanggal 10 Agustus 2018, Nusantara Games Resmi dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Sudan dan Eriteria. Bertempat di Gor Najah Soleh Khartoum. Dihadiri oleh berbagai mahasiswa dari 10 kekeluargaan seperti; Paguyuban Mahasiwa Jawa Barat, Kekeluargaan Mahasiswa Jakarta, Kekeluargaan Mahasiswa Aceh, dll. 

Acara ini diselenggarakan untuk memperingati HUT Republik Indonesia yang ke-73. Acara yang diselenggarakan oleh KBRI Khartoum dan bersinergi dengan PPI Sudan ini bertujuan menambah erat rasa kekeluargaan antara seluruh elemen masyarakat Indonesia di Sudan.

Sambutan yang disampaikan oleh Bapak Syafril selaku Koordinator Acara Nusantara Games 2018 dan Bapak Rossalis Rusman Adenan, M.BA Duta Besar Republik Indonesia untuk Sudan dan Eritrea  “Marilah kita gunakan momentum 17 Agustus ini sebagai rasa syukur kita atas Allah Yang Maha Esa, marilah kita berolahraga, kita tunjukkan rasa sportif dan kekeluargaan yang erat, maka dengan ini saya menyatakan Nusantara Games 2018 telah resmi dibuka” dan dibukalah acara ini dengan pemukulan drum secara simbolis.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan sumpah wasit yang dibacakan oleh Saudara Yusuf Iqomatul Haq, dan pembacaan sumpah ketertiban dipimpin oleh saudara Faishal Mauludi dan diikuti oleh para peserta yang hadir dalam event akbar ini.
Setelah pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Ribut Nur Huda para peserta, penonton, dan Staff KBRI Khartoum melakukan senam bersama.

Pada pukul 9.20 CAT lomba pertama dimulai, cabang olahraga yang pertama kali dilombakan adalah Voli yang diikuti 10 kekeluargaan mahasiswa, staff KBRI, dan Tenaga Kerja Imigran. 

Cabang olahraga yang di lombakan pada rangkaian acara kali ini ada 9 cabang olahraga, diantaranya; Voli, Futsal, Badminton, Takraw, Tenis Meja, Futsal, Bowling, Lari Estafet dan catur. Untuk perlombaan non-olahraga ada lomba mengahafal mutun, MHQ, kaligrafi dan PES.

Maskot yang digunakan pada acara tahun ini adalah Si Rhino, badak bercula satu yang merupakan simbol dari ketangguha, kekuatan, mampu bersaing, dan mampu melindungi. Dan disamping itu pula salah satu upaya dukungan supaya “Rhino” (Badak Bercula Satu) dilestarikan dan tidak lagi diburu.

Rangkaian acara yang diselenggarakan mulai hari ini akan berakhir pada tanggal 18 Agustus 2018 dan ditutup dengan acara Jalan Sehat dan Donor Darah.

Semoga dengan diadakannya acara ini akan menambah sportifitas, rasa kebersamaan dan semangat kebangsaan bagi seluruh masyarakat Indonesia di Sudan. “Dalam Nusantara Games mari kita wujudkan suasana perlombaan bukan pertandingan. Yang paling utama dari semua ini adalah persatuan dan persaudaraan. Bukan saling mengkalim kehebatan masing-masing.” Ujar Ketua PPI Sudan 2018-2019, Muhammad Ruhiyat Haririe. (Rep. Annida Nur Aini)