MENANGGAPI ISU YANG SEDANG HANGAT TENTANG DESERTASI “KONSEP MILK AL-YAMIN MUHAMMAD SYAHRUR SEBAGAI KEABSAHAN HUBUNGAN SEKSUAL NON MARITAL”, BKPK PPI SUDAN ADAKAN KAJIAN TEMATIK UNTUK PELAJAR INDONESIA DI SUDAN

Suasana kajian tematik. (Dok. BKHK)
Khartoum - Jum’at (6/9) Biro Kajian dan Pengembangan Keilmuan (BKPK) PPI Sudan mengadakan acara kajian tematik dengan mengangkat tema yang sedang ramai diperbincangkan yaitu menyikapi desertasi yang berjudul “Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non Marital”. Kajian tematik ini diselenggarakan di Sekretariat PPI Sudan, Arkawet 49, Khartoum.

Dihadiri oleh para mahasiswa dan mahasiswi Indonesia, acara dimulai sejak pukul 15.30 waktu setempat hingga menuju waktu maghrib. Dan terlihat para partisipan kajian tematik ini sangat antusias mengingat ini adalah fenomena yang sedang hangat diperbincangkan di tanah air.

Narasumber kajian tematik, Al Ustadz Faridi Abdul Mukti, BA. dan Al Ustadz Saeful Rohman, Lc. (Dok. BKHK)
Program Kajian Tematik milik BKPK PPI Sudan ini memang diadakan dengan tujuan untuk mengkaji isu-isu/fenomena yang menuai banyak pro dan kontra yang terjadi dilingkup tanah air maupun dunia secara akademisi maupun ilmiah. Pada kesempatan kali ini BKPK mendatangkan dua narasumber, keduanya adalah Al Ustadz Faridi Abdul Mukti, BA dan Al Ustadz Saeful Rohman, Lc.

Acara ini pun mendapat respon dan apresiasi positif dari berbagai pihak. Tak terkecuali, Ketua PPI Sudan, Ali Faiz Al Hasan. Ia berpandangan bahwa ini merupakan salah satu akhlaq seorang pelajar dalam menanggapi sebuah isu/fenomena yang menuai banyak pro maupun kontra yaitu dengan mengkaji secara ilmiah bukan menyikapi susuatu secara anarkis tanpa dikaji terlebih dahulu. “Kita sebagai penuntut ilmu syar’i alangkah baiknya segala hal yang terjadi disekitar kita atau dimanapun itu harus dikaji secara ilmiah sebelum kita menilai ataupun menetapkan sesuatu tersebut. Jadi, segala sesuatu harus didasari dengan ilmu.” pungkasnya saat memberikan sambutan di awal acara.

Adapun poin-poin yang dapat disimpulkan dari Kajian Tematik ini adalah sebagai berikut :

  1. Sejarah Dr. Syahrur.  Lahir pada tahun 1938 di Suriah. Tumbuh besar dan hidup di Moskow. Lulusan Teknik Sipil, terpengaruh Pemikiran Marxisme, hingga membuat karya-karya tentang keislaman.
  2. Banyak ditentang oleh Ulama karena pemikirannya menyimpang.
  3. Dr. Syahrur didukung oleh Naim 'aliyai.
  4. Pendapatnya (Dr. Syahrur) diambil Oleh Dr. Abdul Aziz Dosen Hukum IAIN Surakarta dengan pemikiran liberal.
  5. Pemikiran Dr. Abdul Aziz yaitu adalah Melindungi Para Pezina, Nikah Mut’ah, Hubungan Sex diluar nikah melanggar Syariat, Konsep Milkul Yamin itu sebagi dalil atas Sex Bebas yg menyebar, Agar mendapat legalisasi dari Pemerintah kepada Adat Suku Yamin, Mengkritik pemikiran Syahrur agar sesuai di Indonesia.
  6. Banyaknya bahaya jika konsep ini diterapkan dan juga mengikis hukum-hukum islam.
  7. Hikmah dari munculnya disertasi tersebut adalah bertabayun, belajar dengan guru, tidak langsung menuduh, muncul kepedulian dari umat islam.


Setelah acara inti yaitu berupa pemaparan, lalu didakan sesi tanya jawab dan kemudian acara ditutup oleh MC. (Rep. NHM)

Tidak ada komentar